🦑 Menurutmu Siapa Yang Banyak Melakukan Pendidikan Kristen Bagimu Mengapa

147Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Bangsa Israel tidak mungkin bangkit dengan kekuatannya sendiri. Allah dengan jelas mengatakan bahwa akan datang waktunya penderitaan dan kegentaran akan berakhir jika Allah sendiri yang mengadakan pembaharuan. Artinya pembaharuan itu adalah anugerah Allah sebab mereka adalah bangsa yang berdosa. Pembaharuan yang dilakukan Allah adalah pembaharuan PendidikanAgama Kristen dan Budi Pekerti / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.--. Edisi Revisi. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017. vi, 122 hlm. : ilus. ; 25 cm. Untuk SMP Panduanini : 1. Menurutmu siapa yang banyak melakukan pendidikan Kristen bagimu? Mengapa? 2. Menurut kamu bagaimana supaya baik keluarga, gereja, dan sekolah dapat memaksimalkan pendidikan Kristen bagi kamu? 3. Apa yang dapat kamu lakukan untuk menolong keluarga, gereja dan sekolah supaya lembaga itu dapat melakukan relasi yang bermakna dan saling 1 Pertanyaan seputar nilai kehidupan dan karakter. Setiap anak memiliki karakternya masing-masing, pengetahuan yang ia miliki juga menjadi dasar nilai kehidupannya. Sehingga, jika memiliki nilai-nilai atau pendapat yang berbeda, hindari menyudutkan anak terlebih dahulu. Sebagai gantinya, dengarkan apa alasan anak dan buatlah perbincangan 16 Peduli lingkungan, yaitu tindakan yang mencintai lingkungan, selalu berupaya. mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya. 17. Peduli sosial, yakni tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain. dan masyarakat yang membutuhkan. 18. Mediamedia (dalam tanda kutip) Islam melakukan banyak inovasi dalam menanamkan pengaruhnya di Indonesia. Setidaknya hal tersebut yang saya tangkap dari diskusi bersama Arie Setyaningrum Pamungkas di Pendopo LKiS malam ini (26/02). Banyak hal yang ia sampaikan dalam pemaparan berdurasi 90 menit itu. 1 DAMAI SEJAHTERA KITA DAPAT MELALUI DARAH KRISTUS, PENDAMAIAN MANUSIA BERDOSA DENGAN ALLAH YANG KUDUS. Manusia yang hidup dalam dosa tak mungkin memiliki damai sejahtera, mereka itu sudah tertipu, mereka diperbudak Iblis, mereka terpisah dari Allah. Kita menjadi seteru bagi Allah, kita sedang memberontak padaNya. Iaberkata. "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu." (Yoh. 14:27) Ini adalah pernyataan berani yang menjanjikan damai sejahtera bagi siapa saja yang memintanya. Tanyajawabtuliskan organisasi pemuda yang indonesia yang hadir dalam kongres pemuda indonesia 2 Pertanyaan Tentara dari negara mana yang pada tgl 30 desember, TNI (Tentara Negara Indonesia) Dibunuh Dan Dikub Apakah Jawaban jarak antara rumah Siti dengan Nida pada denah yang berskala satu: 1. 200.000 adalah 6 cm Berapa jar 1vLVSr7. Pertanyaan Jawaban Bagi orang yang beriman-percaya kepada Yesus Kristus, pertanyaan mengenai apakah pendidikan Kristen kepada anak-anak itu penting atau tidak, sudah pasti jawabannya “Ya!” Lalu, mengapa menanyakan soal ini? Karena pertanyaan tersebut datang dari berbagai perspektif di dalam iman Kristen. Mungkin pertanyaan yang sebenarnya adalah “Siapa yang seharusnya bertanggung jawab mengajarkan kebenaran Kristen kepada anak saya?” atau “Haruskah pendidikan anak saya dilakukan di sekolah negeri, swasta, atau di rumah?” Banyak sekali pendapat mengenai topik ini. Beberapa bahkan menjadi perdebatan emosional dan tanpa batas. Karena kita mencari tahu perspektif yang alkitabiah, ayat-ayat di Perjanjian Lama mengenai pendidikan pada anak-anak bisa ditemukan di kitab Ulangan 65-8 “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu.” Budaya orang Ibrani mengharuskan para ayah dengan tekun mengajari anak-anaknya Firman Tuhan demi pertumbuhan rohani mereka. Pesan dalam ayat ini diulang kembali di Perjanjian Baru, dimana Paulus menyerukan para orangtua mendidik anak-anak mereka dalam “ajaran dan nasihat Tuhan” Efesus 64. Kitab Amsal 226 juga menyuruh para orangtua untuk “didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” Mendidik bukan hanya melalui pendidikan formal, tapi juga melalui pendidikan di rumah oleh para orangtua. Itulah pendidikan dini bagi si anak. Pengajaran ini dirancang untuk menanamkan dasar yang kokoh bagi hidup si anak. Mengenai pendidikan formal, ada kesalahpahaman yang harus diluruskan. Pertama, Allah tidak menyatakan bahwa hanya para orangtua yang boleh mendidik anak. Kedua, Allah tidak menyatakan bahwa pendidikan di sekolah umum itu buruk, sehingga kita hanya boleh mendidik anak di sekolah Kristen atau di rumah. Prinsip-prinsip di Alkitab yang seharusnya menjadi pedoman utama kita. Allah tidak pernah memerintahkan para orangtua untuk menghindari pendidikan di luar rumah. Jadi, ketika kita menyatakan metode yang alkitabiah untuk pendidikan formal hanya berupa pendidikan di rumah atau di sekolah Kristen, itu berarti kita sedang mencoba menambahi pendapat kita atas kebenaran Firman Tuhan. Jangan sampai kita menggunakan Alkitab untuk membenarkan pendapat kita. Sebaliknya, kita justru harus menyatakan pendapat hanya berdasarkan kebenaran Alkitab saja. Sebaiknya, kita juga tidak menyatakan kalau hanya guru-guru berijasah yang dapat mendidik anak kita. Sekali lagi, titik utama pembahasannya harus lebih mengenai tanggung jawab utama dari para orangtua. Prinsip yang diajarkan Alkitab bukanlah mengenai tipe pendidikan seperti apa yang seharusnya diberikan bagi anak-anak, tapi paradigma seperti apa supaya mereka bisa menyaring setiap informasi dengan baik. Contohnya, anak-anak yang home schooling bisa saja dididik secara “Kristen,” namun gagal menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, karena ia belum benar-benar mengenal Allah di Alkitab. Ia tidak sungguh-sungguh memahami prinsip-prinsip kebenaran di Alkitab. Sebaliknya, seorang anak yang bersekolah di sekolah umum bisa tumbuh dengan memahami kesalahan dari pandangan dunia karena menyaringnya melalui Firman Tuhan, yang dengan tekun diajarkan kepadanya di rumah. Informasi memang disaring melalui kebenaran Alkitab di kedua kelompok itu, namun pemahaman rohani yang sejati ada di kelompok kedua. Sama halnya dengan mereka yang bersekolah di sekolah Kristen, tetapi tidak pernah tumbuh memahami Allah secara mendalam dan memiliki hubungan yang pribadi dengan-Nya. Intinya, para orangtualah yang seharusnya bertanggung jawab dalam membentuk anak-anaknya melalui pendidikan rohani yang sejati. Di kitab Ibrani 1025, Allah memerintahkan orang Kristen, “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” Tubuh Kristus menjadi bagian tak terpisahkan dalam urusan pendidikan anak, karena bisa membantu para orangtua dalam mengasuh dan mendidik anaknya. Terkait dengan hal-hal di luar rumah – misalnya pendalaman Alkitab di gereja dan sekolah Minggu – menjadi hal yang baik dan penting. Jadi, tidak masalah tipe sekolah apa yang kita pilih, para orangtua yang seharusnya bertanggung jawab atas pendidikan rohani anak-anaknya . Guru di sekolah Kristen bisa saja salah, pendeta dan guru sekolah Minggu bisa saja salah, dan para orangtua juga bisa salah, terutama terkait pemahaman teologi . Pada saat kita mendidik hal-hal yang bersifat rohani pada anak-anak, mereka harus paham bahwa satu-satunya sumber kebenaran yang mutlak ialah Alkitab 2 Tim 316. Oleh karena itu, pengajaran paling penting yang dapat kita ajarkan pada anak-anak ialah teladan dari orang-orang Berea yang “menyelidiki Kitab Suci setiap hari untuk melihat apakah yang dikatakan Paulus benar” Kis 1711. Mereka juga harus terbiasa menguji segala yang diajarkan kepadanya – dari sumber manapun – apakah bertentangan dengan Firman Allah atau tidak 1 Tes 521. English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Pentingkah memberi pendidikan Kristen pada anak-anak? Nama Helena KristinaKelas XI MIPA 2 Mata Pelajaran Agama KristenRelasi Bermakna Antara Keluarga dan SekolahkuKegiatan 1 Curah PendapatKemukakan menurut pendapat kamu, bagaimana seharusnya pendidikan yang baik bagi anak dan remaja di rumah dan sekolah? Apa saja yang harus dipenuhi oleh keluarga maupun sekolahmu dalam dunia pendidikan? Bagaimana tanggapan kamu tentang pendidikan pada masa sekarang ini?Jawaban Pendidikan anak dan remaja di sekolah tentu nya harus lebih di fasilitas kan denganfasilitas yang layak, mengapa demikian? Karena fasilitas tersebut akan membantu prosesbelajar anak dan remaja sehingga dapat memudahkan nya, kedua dalam proses mengajar jugaharus dengan metode yang berbeda. Anak dan remja juga perlu refresh, jangan dituntut untukselalu berpikir. Beri mereka metode yang mengasyikkan dan masukkan pembelajaran didalamnya agar anak dan remaja tidak bosan dan cepat tangkap, dan jangan sekali-kalimemberi anak dan remaja perbandingan dengan tujuan memotivasi jutsru menjatuhkansemangat anak. Sementara pendidikan anak dan remaja di rumah, kita harus mendisiplinkankan waktu kepada mereka. Beri anak dan remaja pengertian dengan pemahaman yang merekadapat cerna dengan baik, dan bantu anak dan remaja dalam perkembangan belajar mereka di mana letak kesulitan nya, ajak anak dan remaja belajar bersama-sama. Menurut saya pendidikan pada masa sekarang ini sudah memasuki pendidikan yangmodern,kita dapat mempelajari pendidikan dari bidang manapun dan melalui media dengan menggunakan media, memudahkan kita untuk mempelajari 2 Diskusi dalam Kelompok Kecil Buatlah kelompok kecil, 2-3 siswa dalam satu kelompok. Diskusikan pertanyaan panduan ini1. Menurutmu siapa yang banyak melakukan pendidikan Kristen bagimu? Mengapa? 2. Menurut kamu bagaimana supaya baik keluarga, gereja, dan sekolah dapat memaksimalkanpendidikan Kristen bagi kamu? Christian Education as part of the spiritual sciences in empirical science, are called to be able to test the certainty, truth, vision and understanding that develops in the middle of the community context that has been usurped by modern science that developed out of the Word of God. Christians as the perpetrators of Christian education in itself to know that God is the source of truth, has expressed his truth in the Word and Person. In effect, scientific Christian education starts from the belief that true knowledge is not knowledgethat separate themselves from the self-knowing. Therefore, the formulation of Christianeducation philosphical explained various aspects of life, not separated from the framework ofbiblical thought. Source of Christian epistemology, namely the Bible, providing very much information in the Old Testament and New Testament relating to the methodology used by God in the educational process. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free KEILMUAN PENDIDIKAN KRISTENMETODE DAN KEILMIAHANNYAJunihot SimanjuntakAbstrakChristian Education as part of the spiritual sciences in empirical science, are calledto be able to test the certainty, truth, vision and understanding that develops in the middleof the community context that has been usurped by modern science that developedout of the Word of God. Christians as the perpetrators of Christian education in itself toknow that God is the source of truth, has expressed his truth in the Word and Person. Ineffect, scientific Christian education starts from the belief that true knowledge is notknowledgethat separate themselves from the self-knowing. Therefore, the formulation ofChristianeducation philosphical explained various aspects of life, not separated from theframework ofbiblical thought. Source of Christian epistemology, namely the Bible,providing very much information in the Old Testament and New Testament relating to themethodology used by God in the educational Kristen sebagai bagian dari ilmu-ilmu rohani dalam ilmu empirik,terpanggil untuk dapat menguji kepastian, kebenaran, pandangan dan pemahamanyang berkembang di tengah-tengah konteks masyarakat yang telah dirasuki oleh ilmupengetahuan modern yang berkembang lepas dari Firman Allah. Orang Kristen sebagaipelaku pendidikan Kristen itu sendiri tahu bahwa Allah adalah sumber kebenaran, telahmenyatakan kebenaran-Nya itu dalam Sabda dan Pribadi. Pada hakekatnya, keilmuanpendidikan Kristen bertitik tolak dari keyakinan, bahwa pengetahuan yang sejati bukanlahpengetahuan yang memisahkan diri dari diri yang mengetahui. Karena itu, rumusanfalsafahi pendidikan Kristen memaparkan berbagai segi kehidupan, tidak lepas darikerangka pemikiran Alkitab. Sumber epistemologi Kristen, yaitu Alkitab, menyediakansangat banyak informasi dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang berhubungandengan metodologi yang digunakan oleh Tuhan dalam proses pendidikan.]Kata kunci keilmuan, pendidikan Kristen, metode dan ilmiahPengantarSecara umum, ilmu filsafatdibedakan menjadi lima cabang besar,yaitu 1 metafisika atau ilmu tentang yangada sebagai ada berbicara mengenairealitas sebagaimana adanya; 2epistemology atau filsafat ilmupengetahuan; 3 etika atau filsafat moralbaik buruknya perilaku manusia; 4 logikabagaimana berpikir secara tepat; dan 5estetika atau filsafat seni tentangkeindahan.Filsafat ilmu sebagai cabang keduadari ilmu filsafat adalah penyelidikantentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dancara-cara untuk memperolehnya. Ataudalam artian, filsafat ilmu adalahmerupakan suatu penyelidikan lanjutanterhadap kegiatan-kegiatan ilmiah ataucara memperoleh pengetahuan ilmiahtehadap obyek-obyek serta masalah-masalah dari masing-masing ilmu. Yangdimaksudkan dengan kata “ilmiah” yangterdapat dalam ungkapan “pengetahuanserta cara kerja ilmiah” secara umummenunjuk pada tiga pengenalan, yaitupengetahuan yang mempunyai dasarpembenaran, bersifat sistematik danbersifat ilmiah yang merupakanJurnalKharisEdisiIV,Juli2009-Desember2009 1 pengetahuan yang mempunyai dasarpembenaran, pengaturan cara kerja ilmiah-nya diarahkan untuk memperoleh derajatkepastian yang sebesar proses, ilmu pengetahuanmemisahkan dua hal, yaitu evidensi dankepastian. Semua ilmu empirik mengejarkepastian. Dunia ilmu-ilmu empirik biasanyadibagi dalam dua belahan. Belahan yangsatu meliputi ilmu-ilmu alam, belahan yanglain meliputi apa yang dinamakan ilmu-ilmu manusia, ilmu-ilmu budaya, ilmu-ilmurohani dan ilmu-ilmu perilaku atau ilmu-ilmumasyarakat. Beerling, 1986 101.Pendidikan Kristen sebagai bagiandari ilmu-ilmu rohani dalam ilmu empirik,terpanggil untuk dapat menguji kepastian,kebenaran, pandangan dan pemahamanyang berkembang di tengah-tengah konteksmasyarakat yang telah dirasuki oleh ilmupengetahuan modern yang berkembanglepas dari Firman Allah. Orang Kristensebagai pelaku pendidikan Kristen itusendiri tahu bahwa Allah adalah sumberkebenaran, telah menyatakan kebenaran-Nya itu dalam Sabda dan Pribadi. Karenaitu, rumusan falsafahi pendidikan Kristenmemaparkan berbagai segi kehidupan,tidak lepas dari kerangka pemikiranAlkitab. Dr. Theodore Platinga dalamChristian Philosophy within Biblical Boundsmengemukakan “Christian philosophy ofthe highest and the best sort will not neglectwhat God has given us in His revelation”Platinga, 199160. Ditambahkan pulaoleh Beliau bahwa Alkitab berbicarabanyak tentang manusia, yakni manusiayang hadir dan bergulat di tengah alamsemesta ini. Hal yang sama juga menjadipokok perbincangan filsafat, yakni tentangasal, makna dan tujuan manusia Platinga,199154-60.Dengan mencermati pokok tersebutdi atas, maka pemikiran tentang pendidikanKristen yang didasarkan pada persfektifAlkitab harus dapat dibuktikan sebagai ilmu,jika ia ingin diterima sebagai bagian dariilmu pengetahuan. Untuk itu maka makalahini akan membahas “Keilmuan PendidikanKristen berdasarkan tinjauan terhadapmetode dan keilmiahannya”.Pertanyaan yang menjadi pengarahpenelitian adalah sebagai berikut apakahpengertian pendidikan secara umum?Apakah pengertian pendidikan secaraKristen? Bagaimana gambara metodekeilmuan pendidikan Kristen? Danbagaimana juga gambaran keilmuanpendidikan Kristen?Pengertian PendidikanBerdasarkan pengertian istilah,pendidikan dapat dikatakan berasaldari dua kata Latin educatus denganistilah jabarannya educare dan pertama memberi arti “merawat,memperlengkapi dengan gizi, agarsehat dan kuat”. Yang kedua berarti“membimbing keluar dari ….” Berdasarkanpengertian ini, pendidikan dapat dikatakansebagai upaya sadar, dan bersengajauntuk memperlengkapi seseorang, atausekelompok orang, guna membimbingnyakeluar dari satu tahapan keadaan hidupke suatu tahapan hidup lainnya yang lebihbaik. Sidjabat, 199615.John Dewey merumuskanpendidikan sebagai proses membentukpendekatan cerdas danemosional terhadap dunia alam dansesama manusia. Boehlke, 2005621.Pendidikan juga didefenisikansebagai keseluruhan pengalaman belajarsetiap orang sepanjang hidupnya. Dalampengertian yang maha luas, pendidikanberlangsung tidak dalam batasan usiatertentu, tetapi berlangsung sepanjanghidup lifelong sejak lahir bahkan sejakawal hidup dalam kandungan hingga mati.Mudyahardjo, 200146.Montessori berpandangan, bahwapendidikan memperkenalkan cara dan jalankepada peserta didik untuk membina dirinyasendiri. Mardiatmadja, 198649. Langeveld menyatakan, bahwapendidikan adalah pemberian bimbingandan bantuan rohani bagi yang masihmemerlukan. Dr. J. Riberu mengatakan,bahwa pendidikan adalah bantuan supayaorang dapat membantu dirinya dalamsegala bidang hidup. Riberu, 1970121.2 JurnalKharisEdisiIV,Juli2009-Desember2009 O. Soewargana mengatakan,bahwa pendidikan mau mempersiapkanagar generasi mendatang matangdan siap, dibekali ilmu pengetahuanserta keterampilan dan kemampuanjiwani maupun jasmani, untukmelakukan tugas dan tanggung jawab’.Soewargana,196915.Boleh pula disebutkan bahwapendidikan adalah proses terorganisasikan,yang membuat sadar akan segala realitas,agar dia dapat sampai kepada Tuhansebagai tujuan akhirnya. Gucken danSheridan, 19819.Dan akhirnya, George R. Knightmelengkapi, bahwa pengetahuan adalahproses lain daripada pendidikan sekolahyang tidak terbatas pada konteks adalah proses kekal yangdapat terjadi setiap waktu dan di setiaptempat. Knight, 20069.Dalam pengertian komprehensifsemacam di atas, maka pendidikanmerupakan usaha yang dilakukan olehorangtua dalam keluarga, guru dalamsekolah, setiap warga dalam masyarakatdan pemerintah dalam negara. Mengingatkedudukan keluarga sebagai kelompokhidup dasar yang paling primer, makaorangtua adalah pendidik yang pertama Pendidikan KristenDari sudut sejarah, pembahasantentang pendidikan dimulai dari teoripendidikan yang diprakarsai oleh HoraceBushnell menjelang akhir abad yangkedua, yakni sejak pendirian SekolahMinggu. Pendirian sekolah minggu initelah menjadi awal pendidikan Kristenterhadap pelayanan jemaat dan bidangteologi yang berkembang secara gemilang,dan mendorong munculnya penemuandan pemikiran yang mendahului lahirnyazaman modern, secara khusus penemuandan pemikiran yang dilahirkan padaantara tahun 1880 dan 1980. Boehlke,2005511,523. Dalam bab dua Boehlkemenjabarkan secara detail perihal berbagaiperkembangan yang dicapai dunia padaabad ke-15 dan ke-16, setelah Bushnell mendirikan sekolah fakta tinjauansejarah yang dipaparkan Boehlke dalamSejarah Perkembangan Pikiran danPraktek Pendidikan Agama Kristen jilidII dapat disimpulkan bahwa pendidikanKristen itu sendiri jauh lebih tua usianyadari pendidikan umum. Bahkan dapatdiklaim, bahwa pendidikan Kristen-lahyang melahirkan pendidikan umum yangsedang terjadi pada abad modern ini. Olehsebab itu, pendidikan Kristen tidak dapatdipersempit pada asumsi dan pengidentikandengan agama Kristen Belaka. PendidikanKristen sangat luas karena berlangsung dikeluarga, sekolah PAK, dan gereja PWG.Isu-isu penting dalam pendidikanKristen meliputi 1 Pokok-pokok filosofipendidikan Kristen tentang bagaimanakita mendefenisikan pendidikan Kristenitu?; 2 Tujuan pendidikan Kristen untukapa?; 3 Murid/peserta didik siapamereka?; 4 guru/pendidik Kristensiapa mereka?; 5 Kurikulum apayang diajarkan?; 6 Metode pendidikanbagaimana mewujudkannya?; 7 Fungsisosial sekolah/konteks pendidikan danpembelajaran apakah sekolah hanyatempat belajar kognitif, psikomotoris?; dan8 Evaluasi pendidikan bagaimana kitatahu kita mencapai tujuan?.Prof. Robert W. Pazminomendefenisikan pendidikan Kristen sebagai“usaha bersengaja dan sistimatis, ditopangoleh upaya rohani dan manusiawi untukmentransmisikan pengetahuan, nilai-nilai,sikap-sikap, keterampilan-keterampilandan tingkah laku yang mengupayakanperubahan, pembaharuan dan reformasipribadi-pribadi, kelompok bahkan strukturoleh kuasa Roh Kudus, sehingga pesertadidik hidup sesuai dengan kehendak Allahsebagaimana dinyatakan oleh Alkitab,terutama dalam Yesus Kristus”. Pendidikan Kristen Suatu TinjauanTeologis – Filosofis28JurnalKharisEdisiIV,Juli2009-Desember2009 3 Metode dalam Keilmuan PendidikanKristenSumber epistemologi Kristen,Alkitab, menyediakan sangat banyakinformasi dalam Perjanjian Lama danPerjanjian Baru yang berhubungan denganmetodologi yang digunakan oleh Tuhandalam proses keilmuan pendidikanyang digunakan Allah dalam PerjanjianLama adalah metode instruksional. Dikutipdari Knight, 1980216.Perjanjian Lama mengungkapkanbahwa Israel kuno secara total terbenamdalam lingkungan pendidikan yangdibangun untuk membantu di spiritual,intelektual, sosial, dan pengembangan fisikbangsa Israel. Lingkungan pendidikandisusun untuk menyediakan pengalamanbelajar yang kekal dari kelahiran sampaikematian yang diselenggarkan pada hari-hari libur, tahun yobel, saat peribadatan,dan dalam peringatan hari lingkungan bidang pendidikanyang ada di Israel dilaksanakan dandikembangkan berdasarkan instruksilangsung dari metode pendidikandalam Perjanjian baru dikembangkanberdasarkan metode Tuhan Kristen belajar banyak melaluisatu induksi dan analisis belajar darimetode Tuhan Yesus yang diceritakandalam kitab kita teliti dengan baik, dalamInjil Matius digambarkan bagaimana Yesusmenggunakan berbagai metode. Beberapametode yang didemonstrasikan oleh Yesusadalah ceramah dan khotbah fasal 5dan 13, bertanya, menjawab pertanyaan,mengemukakan perumpamaan/kiasan, mengemukakan perbandingan,mendemonstrasikan, memberikan tugas,kebersamaan, mengemukakan pujian,menggunakan Kitab dalam Injil Yohanes,metode yang digunakan Yesus untukmenyampaikan kebenaran tentang diri-Nya,tentang Allah, dan tentang aspek-aspek lainadalah menjawab pertanyaan, termasukpertanyaan Nikodemus, wanita Samaria,juga orang-orang yang berdebat dengan-Nya; mengajukan pertanyaan, melakukantanda, memberikan wejangan khusus bagimurid-murid-Nya dalam fasal 14-15 dan 16;bersama-sama dengan para murid; denganperbuatan. Dia membasuh kaki murid-murid-Nya fasal 13.Keilmiahan dalam Keilmuan PendidikanKristenKeilmiahan dalam keilmuanpendidikan Kristen dikaji dari sudutepistemologi dan aksilogi iman Epistemologi Gerika epistemeberarti penyelidikan tentang sumber, sifat,metode dan keterbatasan pengetahuanmanusia. Epistemologi sering jugadiartikan sebagai “teori pengetahuan”yang berhubungan dengan validitas ataupembenaran atau pun epistemologi yang kita milikisudah tentu turut mempengaruhi konsepdan strategi pendidikan Kristen. Itulahsebabnya dalam menguji keilmiahan dalamkeilmuan pendidikan Kristen, epistemologipendidikan Kristen harus diperbincangkandari sudut pandang iman Kristen,sebagaimana akan diperbincangkan berikutiniPertama, dimensi pertanyaan yang sering munculdalam kaitan dengan dimensi pengetahuanini, antara lain Apakah realitas dapatdiketahui secara sesungguhnya? Jika ya,bagaimana caranya? Adakah yang disebutkebenaran absolut mutlak? Tidakkahkebenaran itu relative? Bagaimanakahrelasi manusia dengan pengetahuan?Apakah manusia berperan sebagaipenerima, pastisipan, penguasa, ataupenghasil pengetahuan? Apakah adapengetahuan yang benar-benar objektif?Adakah pengetahuan yang bergantungkepada pengalaman manusia?Yang terutama harus kita tegaskanialah bahwa dalam iman Kristen, manusiamemiliki dimensi intelek, kreativitas, yangmendorongnya mencari pengetahuan,hikmat dan kebenaran. Ia dapat memahami4 JurnalKharisEdisiIV,Juli2009-Desember2009 realitas serta meluaskan wawasannyabahkan untuk mengerti realitas demikian, sebagai makhlukyang terbatas, tentu pengetahuan yangdiperolehnya menjadi terbatas karena dilemanya yang adapadanya sebagai makhluk Allah yang telahjatuh ke dalam dosa, manusia dapatberbuat kekeliruan dalam menyimak danmengungkapkan Kristen berupayamembimbing orang untuk memilkipemahaman bahwa Allah sendirilah sumberkebenaran. Dalam batas tertentu, manusiamemang bisa menjadikan dirinya sebagaisumber pengetahuan. Akan tetapi terlepasdengan hubungan dengan Allah, kebenaranyang dipahaminya cenderung bersifat semusaja. Karena itu, ia memerlukan kebenaranAllah. Kebenaran yang dinyatakan Allahbagi manusia tidak saja sifatnya abstrak,teoritis, tetapi juga mewujud dalam PribadiYesus Kristus. Sebagaimana dituliskandalam Injil Yohanes, Yesus berkata, “Akulahjalan dan kebenaran dan hidup …” Karena itu keilmuan pendidikanKristen bertitik tolak dari keyakinan,bahwa pengetahuan yang sejati bukanlahpengetahuan yang memisahkan diri dari diriyang sumber pengetahuan. Dalampemahaman Kristen, Allah adalah sumberkebenaran dan pengetahuan. Manusiadiberi-Nya mandate untuk mencari danmengembangkan pengetahuan, denganpotensi dan kemampuan yang mencari dan mengemukakanpengetahuan, manusia melakukan ataumengalami proses belajar. Peristiwabelajarnya melibatkan keseluruhan dimensikepribadiannya. Dalam perbuatan belajar,intelek, emosi, kehendak, dan bagian-bagian dari panca indera, semuanya turutterlibat. Karena itulah, keseluruhan aspekdari diri kita ikut aktif menjadi instrumenuntuk mengetahui, dan memperolehkebenaran Allah. Maka, pendidikan Kristenterpanggil untuk member penyuluhanmengenai terjadinya proses belajar dalamdiri dan kehidupan manusia. Selain itu,pendidikan Kristen member dorongan agarmanusia belajar dari berbagai sumberkebenaran, dan menguji kebenaran itu dariprinsip-prinsip Alkitab. Dan juga, pendidikanKristen berupaya membantu peserta didikmemahami, mengerti Alkitab secara memilki fungsi luas, mencakupsebagai pengajaran, agar orang mengenalkebenaran; sebagai pendidikan sehinggaorang hidup dalam kebenaran; sebagaituntunan, bimbingan dan yang mampumemperbaiki kelakuan 2 Tim. 316-17.Ketiga, pengujian kebenaran. Didalam dunia epistemologi, orang dapatmenguji kebenaran berdasarkan tigakriteria atau prinsip utama. Pertama, prinsipkorespondensi, dimana apa yang kitaketahui itu setia faithful terhadap realitasobyektif. Tidak bertentangan. Tidak bertolakbelakang. Kedua, prinsip koherensi dankonsistensi. Artinya, jika satu ide, gagasanyang kita miliki dikaji ulang dengan kristeriapenilaian sebelumnya, serta ditelusuridari berbagai segi, ternyata hasilnya tetapbersesuaian, maka hal itu mengandungkebenaran. Ketiga, prinsip pragmatis, yakniberdasarkan nilai manfaat dari pengetahuanatau kebenaran itu sendiri dalam dengan hal tersebut,pendidikan Kristen bertugas untukmendorong individu dan kelompokuntuk memiliki pola pikir kritis. Merekaharus bersedia secara jujur mengujipengetahuan yang dimilikinya. Tidak bolehkita memiliki iman yang buta, atau yangemosional belaka. Dengan mengarahkanorang bersedia menguji keyakinan yangdianutnya, pendidikan Kristen berupayauntuk membawa orang ke luar daribelenggu perasaan dan intuisi. Namundalam hal ini bukan berarti aspek perasaandan intuisi kurang penting atau kurangbernilai dalam kehidupan adalah bahwa aspek intelekindividu dan kelompok perlu mendapatpenjelasan, disiplin, latihan danpemampuan di dalam program pendidikanKristen. Seperti yang ditegaskanJurnalKharisEdisiIV,Juli2009-Desember2009 5 oleh Yesus, manusia di panggil Allah untukmengasihi Dia dengan segenap hati, jiwa,akal budi dan kekuatan Mrk. 1229-30.Aksiologi adalah cabang dari filosofiyang mencari jawaban pertanyaan “Apakahnilai itu?” Aksiologis dibangun pada konsepkenyataan dan kebenaran. Aksiologi,seperti halnya metafisika dan epistemologi,berdiri pada fondasi proses utama dari pendidikan adalahpengembangan pilihan. Kelas adalah teaterAksiologi guru, dimana guru tidak dapatmenyembunyikan moral mereka bidang aksiologi pendidikan, gurusecara terus-menerus menginstruksikanmelalui tindakan mereka kepada kelompokanak muda yang sangat mudah dipengaruhiyang menerima dan meneladani strukturnilai guru mereka pada tingkat yang dari George R. Knight. Philosophyand Education. Berrien Springs, MichiganAndrews University dapat diartikansebagai sesuatu yang berharga,berkualitas, bermakna dan bertujuan dalamkehidupan manusia, individu dan orang menimbang nilai dengankadar “baik” atau “buruk”. Makna nilai dalampendidikan Kristen sendiri adalah untukmenawarkan nilai hidup baru yangbersumber dan berakar dari Firman memberikan nilai hidup ini dalam imanKristen adalah Yesus Kristus. Iamemberikan dan mengajarkan nilai hidupbagi setiap orang yang terbuka kepada-Nya. Selanjutnya, ia mendesak danmemungkinkan agar nilai-nilai hidup itumenembusi segi-segi kehidupan orangpercaya. Dalam kerangka itulah, makapendidikan Kristen terpanggil untukmembimbing orang memahami nilai-nilaibudayanya dengan baik, serta menilainyadari segi terang Firman Tuhan, danselanjutnya mengambil tindakan-tindakankonkret. Dikutip dari senantiasa memandang alamini dari satu pihak, dari satu jurusan. Tidakada jalan lain bagi ilmu untuk mengetahuialam dan Penciptanya. Sebab itu, kalau kitahendak mengetahui alam dan Penciptanyadengan jalan ilmu, dari awal kita sudahmembawa ukuran, membawa peralatankerja dengan mengambil peninjauan yangtertentu. Dari sekian masalah kita hanyadapat mengambil beberapa saja, yangkita anggap penting bagi pengetahuankita, lalu kita selidiki bagaimana duduknyadan hubungan sebab akibatnya. Ukuranitu disebut metode. Tiap-tiap ilmu adalahpengetahuan yang teratur tentangpekerjaan hukum kausal dalam satugolongan masalah yang sama tabiatnya,maupun menurut kedudukannya tampakdari luar, maupun menurut bangunannyadari dalam. Ilmu apa juga, ia harusmemenuhi syarat ini, barulah boleh disebutilmu! Mohammad Hatta, dalam PengantarKe Djalan Ilmu dan ilmu pengetahuan berguna bagiumat manusia, maka ilmu pengetahuanharus menjadikan Alkitab sebagai bahanpenelitian ilmiah, karena hanya Alkitabsebagai satu-satunya sumber ini telah dibuktikan oleh seorangfilsuf bernama Herman Dooyewerd yangmembahas empat belas motif agamawiyang pernah dipakai di dunia Barat selamamillennia terakhir filsafat Yunani kuno,Skolastisisme, Humanisme, dan FirmanAllah. Hasil analisis tersebut menyimpulkanbahwa hanya pilihan terakhir baca FirmanAllah yang bebas dari bahaya dualisme,karena Firman Allah berpegang padaasas, yaitu 1 semuanya harus dimengertiberdasarkan proses-proses yang sedangberlangsung, dan 2 segala sesuatuberakhir dengan kematian. PetimbanganDooyewerd ini penting, karena tidakmungkin kita sampai kepada pengertianyang benar berdasarkan dua asas yangmasing-masing berdiri sendiri. Hal ini sesuaidengan yang dikemukakan Yesus tentangkemustahilan berpegang pada dua asasdalam Injil Matius 6 iman Kristen, manusiamemiliki dimensi intelek, kreativitas, yangmendorongnya mencari pengetahuan,hikmat dan kebenaran. Pendidikan Kristen6 JurnalKharisEdisiIV,Juli2009-Desember2009 berupaya membimbing orang untuk memilkipemahaman bahwa Allah sendirilah sumberkebenaran. Kebenaran yang dinyatakanAllah bagi manusia tidak saja sifatnyaabstrak, teoritis, tetapi juga mewujuddalam Pribadi Yesus Kristus. Sebagaimanadituliskan dalam Injil Yohanes, Yesusberkata, “Akulah jalan dan kebenaran danhidup …” Yoh. 146. Karena itu keilmuanpendidikan Kristen bertitik tolak darikeyakinan, bahwa pengetahuan yang sejatibukanlah pengetahuan yang memisahkandiri dari diri yang RUJUKANBeerling, Kwee, Mooij Van Peursen,Pengantar Filsafat Tiara Wacana, Robert R. SejarahPerkembangan Pikiran danPraktek Pendidikan Agama Kristenjilid II., 2005. Jakarta BPK R. Knight, Isu-isu dan Alternatifdalam Filosofi Pendidikan. BogorPenerbit Yayasan, 2006. Kasih and Education. BerrienSprings, Michigan Andrews Mohammad, Pengantar Ke DjalanIlmu dan Pengetahuan. Jakarta Djakarta, Arthur G. Segala Kebenaranadalah Kebenaran Allah. JakartaPercetakan Timur Agung, Tantangan DuniaPendidikan. Yogyakarta PenerbitKanisius, Redja, Filsafat IlmuPendidikan Suatu Penerbit PT. RemajaRosdakarya, Sains, Iman dan Penerbit B. Samuel, Strategi Pendidikan Kristen Suatu Tinjauan Teologis– Filosofis. Yogyakarta PenerbitYayasan Andi 1996..Sudarminta, J. Epistemologi Penerbit Kanisius, Mas. 1998JurnalKharisEdisiIV,Juli2009-Desember2009 7 ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication.

menurutmu siapa yang banyak melakukan pendidikan kristen bagimu mengapa